Pelawat Blog

PERGILAH...DALAM KETIDAK REDHAANKU

Engkau mohon pergi, jauh - jauh seperti mana di isyaratkan kau kepada ku, kau terjemahkan dengan katamu, kelakuanmu, tulisanmu, tindakanmu tetapi kau nafi dengan kalam manis mu.

Engkau minta aku agar pergi jauh agar tidak lagi bersama mu, jauh agar aku tiada lagi dalam hidupmu, selepas engkau beri aku berjuta harapan dan bahagia, selepas engkau beri aku bahagia, selepas engkau beri aku bahagia dan kemudian engkau buang aku semahunya.

Engkau minta aku pergi dengan pelbagai alasan dan sebab yang engkau cipta, sungguh aku tahu engkau cipta, dan aku juga tahu yang engkau tahu bahawa aku tahu tentang itu, tetapi engkau sengaja dan sengaja. Meminta aku pergi dalam keadaan ini.

Mengapa engkau tidak terus terang saja kepada aku, kenapa engkau masih lagi menipu dan menafi, ini yang aku langsung tidak dapat terima. Alangkah baik jika engkau bercakap benar dari hati ke hati dan engkau aku boleh biarkan pergi dengan tiada luka.

Bercakap tentang perasaan engkau kata ia perkara kecil dan sia sia yang tidak langsung penting bagi engkau, sedang engkau telah membentuk perasaan ini saban tahun, saban tahun. Dan dengan mudah engkau katanya ianya tidak penting dan hal kecil.

Engkau minta aku pergi, pergi jauh meninggalkan engkau, dengan cara yang melukakan. Melukakan engkau dan aku sendiri, jika dapat aku tunjuk, engkau pasti akan mati menyesal melihat kesan luka yang engkau kerjakan. Engkau kebahagiaan yang terbakar dalam rumah yang punya seribu harapan.

Aku tidak salah, engkau juga tidak salah, kita dipertemukan, pertemuaan kita telah diaturkan.

Dulu berkali juga kau lukaan hati tanpa maaf, kita kau ulang dan ulang dengan sengaja, sengaja agar harapan mu aku faham aku tidak boleh rapat lagi dengan mu seperti dulu. Apalah mudah jika engkau kabarkan sendiri dari hati ke hati dan apa masalah yang sebenarnya membelenggu hati dan fikiran hingga engkau jadi sanggup lakukan dengan cara begini.

Mungkin aku hanya menyusahkan, meletakkan engkau hanya dalam kerungsingan dan ketakutan. Mungkin aku bukan orang yang baik untuk dijadikan teman , bukan orang yang baik untuk dilayan dengan hikmah dalam pergaulan. Bukan orang yang banyak menolong pun waktu kesusahan, bukan orang yg sanggup bantu bila memerlukan, aku hanya orang yg tidak ubah seperti orang yg boleh diambil kesempatan.

Tidak mengapa apa jua tanggapan engkau. Malam ini kemuncak kecewa yang engkau harapkan itu telah hadir, aku tidak lagi akan mengganggumu, aku sangat sangat sedih dan kecewa, pergilah ..dalam ketidak redhaanku...ya aku tidak redha ini berlaku tetapi engkau mengisyaratkan agar aku kalukan.

Aku akan terus menjaga hatimu dengan menuruti kehendakmu dengan meminta aku jauh, pergilah... Sungguh aku kecewa, dan aku tunggu dengan harapan engkau dapat menjelaskan dengan terus terang dari hati ke hati sebabnya... Sejujurnya..Tanpa ada cahaya dusta dimatamu lagi...aku tunggu sampai engkau sendiri pilih waktunya..

Pergilah...
Pergilah...dalam ketidak redhaanku

11 Sept 2016

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...